Nama bluetooth berawal dari proyek
prestisius yang dipromotori oleh perusahaan-perusahaan raksasa internasional
yang bergerak di bidang telekomunikasi dan komputer, di antaranya Ericsson,
IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba.
Proyek ini di awal tahun 1998 dengan kode
nama bluetooth, karena terinspirasi oleh seorang raja Viking (Denmark ) yang
bernama Harald Blatand. Raja Harald Blatand ini berkuasa pada abad ke-10 dengan
menguasai sebagian besar daerah Denmark
dan daerah Skandinavia pada masa itu. Dikarenakan daerah kekuasaannya yang
luas, raja Harald Blatand ini membiayai para ilmuwan dan insinyur untuk
membangun sebuah proyek berteknologi metamorfosis yang bertujuan untuk
mengontrol pasukan dari suku-suku di daerah Skandinavia tersebut dari jarak
jauh. Maka untuk menghormati ide raja Viking tersebut, yaitu Blatand yang
berarti bluetooth (dalam bahasa Inggris) proyek ini diberi nama.
Berikut ini adalah table perkembangan
teknologi Bluetooth :
Tahun
|
Versi
|
Keterangan
|
Juli, 1999
|
1.0 dan 1.0 B
|
Dibutuhkan perintah manual pada
Hardware Device Address (BD-ADDR) transmisi saat proses koneksi di antara dua
device dalam satu jaringan (handshaking process).
Keamanan
pengguna tidak terjamin
Penggunaan
protokol tanpa nama (anonymite mode) tidak dimungkinkan.
|
Oktober, 1999
|
1.1 dan 1.2
|
Digunakannya masks pada perangkat
Hardware Device Address (BD-ASSR) untuk melindungi pengguna dari identity
snooping (pengintai) maupun tracker.
Penggunaan protokol tanpa nama
(anonymite mode) sudah tersedia namun tidak diimplementasikan, sehingga
konsumen biasa tidak dapat menggunakannya.
Adaptive Frequency Hopping (AFH),
dengan memperbaiki daya tahan dari gangguan frekuensi radio yang digunakan
oleh banyak orang di dalam hopping sequence.
|
|
2.0
|
Diperkenalkannya Non-hopping narrowband
channels. Pada channel ini bisa digunakan untuk memperkenalkan layanan
profile bluetooth oleh berbagai device dengan volume yang sangat tinggi dari
perangkat bluetooth secara simultan.
Tidak dienkripsinya informasi yang
bersifat umum secara realtime, sehingga dasar kemacetan trafik informasi dan
laju trafik ke tujuan dapat dihindari waktu ditransmisikan oleh perangkat
dengan melewati setiap host dengan kecepatan tinggi.
Koneksi berkecepatan tinggi.
Multiple speeds level.
|
Bluetooth menggunakan salah satu dari dua jenis frekuensi
Spread Specturm Radio yang digunakan untuk kebutuhan wireless. Jenis frekuensi
yang digunakan adalah Frequency Hopping Spread Spedtrum (FHSS), sedangkan yang
satu lagi yaitu Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) digunakan oleh
IEEE802.11xxx. Transceiver yang digunakan oleh bluetooth bekerja pada frekuensi
2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific, and Medical).
Pada beberapa negara terdapat
perbedaan penggunaan frekuensi dan channel untuk Bluetooth ini. Seperti di
Amerika dan Eropa, frekuensi yang digunakan adalah dari 2400–2483,5 yang
berarti menggunakan 79 channel. Cara perhitungannya sebagai berikut : untuk RF
Channel yang bekerja frekuensi f = 2402+k MHz, di mana k adalah jumlah channel
yang digunakan yaitu : 0 sampai dengan 78 = 2402+79 = 2481 MHz. Kemudian
ditambah dengan pengawal frekuensi yang diset pada 2 MHz sampai dengan 3,5 MHz
untuk lebar pita gelombang 1 MHz, sehingga totalnya menjadi 2481+2,5 = 2483,5
MHz.
Cara Kerja Perangkat
Protokol bluetooth menggunakan sebuah
kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Bluetooth dapat
mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara sinkron simultan atau
sebuah kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suara
sinkron. Setiap kanal suara mendukung sebuah kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal
asinkron dapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, dimana untuk
arah sebaliknya dapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan
untuk mode simetris dapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s.
Sebuah
perangkat yang memiliki teknologi wireless bluetooth akan mempunyai kemampuan
untuk melakukan pertukaran informasi dengan jarak jangkauan sampai dengan 10
meter (~30 feet), bahkan untuk daya kelas 1 bisa sampai pada jarak 100 meter.
Sistem
bluetooth terdiri dari sebuah radio transceiver, baseband link Management dan
Control, Baseband (processor core, SRAM, UART, PCM USB Interface), flash dan
voice code. sebuah link manager. Baseband link controller menghubungkan
perangkat keras radio ke baseband processing dan layer protokol fisik. Link
manager melakukan aktivitas-aktivitas protokol tingkat tinggi seperti melakukan
link setup, autentikasi dan konfigurasi. Secara umum blok fungsional pada
sistem bluetooth secara umum dapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini.

Gambar 1. Blok
fungsional sistem bluetooth.

Gambar 2. Layer-layer
pada sistem bluetooth.
Tiga buah lapisan fisik yang sangat penting dalam protokol
arsitektur Bluetooth ini adalah :
Bluetooth radio, adalah lapis terendah
dari spesifikasi Bluetooth. Lapis ini mendefinisikan persyaratan yang harus
dipenuhi oleh perangkat tranceiver yang beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz
ISM.
Baseband, lapis yang memungkinkan
hubungan RF terjadi antara beberapa unit Bluetooth membentuk piconet. Sistem RF
dari bluetooth ini menggunakan frekuensi-hopping-spread spectrum yang
mengirimkan data dalam bentuk paket pada time slot dan frekuensi yang telah
ditentukan, lapis ini melakukan prosedur pemeriksaan dan paging untuk
sinkronisasi transmisi frekuensi hopping
dan clock dari perangkat bluetooth yang berbeda.
LMP, Link Manager Protocol, bertanggung
jawab terhadap link set-up antar perangkat Bluetooth. Hal ini termasuk aspek
securiti seperti autentifikasi dan enkripsi dengan pembangkitan, penukaran dan
pemeriksaan ukuran paket dari lapis baseband.
Sistem Bluetooth bekerja pada frekuensi
2.402GHz sampai 2.480GHz, dengan 79 kanal RF yang masing-masing mempunyai spasi
kanal selebar 1 MHz, menggunakan sistem TDD (Time-Division Duplex). Secara
global alokasi frekuensi bluetooth telah tersedia, namun untuk berbagai negara
pengalokasian frekuensi secara tepat dan lebar pita frekuensi yang digunakan
berbeda. Penggunaan spektrum frekuensi
2.4 GHz secara global belum diatur. Namun ada beberapa persyaratan yang harus
diikuti dalam penggunaannya. Hal ini meliputi :
Spektrum dibagi menjadi 79 kanal
frekuensi (walaupun beberapa negara seperti Perancis dan Spanyol hanya
menyediakan 23 kanal frekuensi saja).
Bandwidth
dibatasi sampai 1 MHz per kanal.
Penggunaan
frekuensi hopping dalam metode pengiriman datanya
Interferensi
harus dapat diatasi dan ditangani dengan baik.
Komunikasi RF banyak menggunakan spektrum frekuensi ini,
seperti HomeRF
(sebuah spesifikasi untuk komunikasi RF dalam lingkungan perumahan); dan juga
IEEE 802.11 juga menggunakan spektrum ini untuk spesifikasi dari teknologi Wireless LAN. Oven microwave juga
beroperasi dalam range frekuensi ini, karena spektrum frekuensi ini belum
dilisensikan, maka banyak teknologi yang menggunakannya, sehingga radio
interferensi sangat memungkinkan untuk terjadi. Oleh karena itu persyaratan dan
pengalamatan mutlak diperlukan bagi teknologi yang menggunakan spektrum 2.4 GHz
ini.
Komunikasi
bluetooth didesain untuk memberikan keuntungan yang optimal dari tersedianya
spektrum ini dan mengurangi interferensi RF. Semuanya itu akan terjadi karena
bluetooth beroperasi menggunakan level energi yang rendah.
Teknologi Masa Depan
Bluetooth
merupakan teknologi yang berkembang sebagai jawaban atas kebutuhan komunikasi
antar perlengkapan elektronik agar dapat saling mempertukarkan data dalam jarak
yang terbatas menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Salah satu implementasi bluetooth yang populer adalah pada peralatan
ponsel. Bluetooth adalah teknologi radio jarak pendek yang memberikan kemudahan
konektivitas bagi peralatan-peralatan nirkabel.
Sistem bluetooth menyediakan layanan
komunikasi point to point maupun komunikasi point to multipoint. Produk
bluetooth dapat berupa PC card atau USB adapter yang dimasukkan ke dalam
perangkat. Perangkat-perangkat yang dapat diintegerasikan dengan teknologi
bluetooth antara lain : mobile PC, mobile phone, PDA (Personal Digital
Assistant), headset, kamera digital, printer, router dan masih banyak peralatan
lainnya. Aplikasiaplikasi yang dapat disediakan oleh layanan bluetooth ini
antara lain : PC to PC file transfer, PC to PC file synch (notebook to desktop), PC to mobile phone, PC
to PDA, wireless headset, LAN connection via ethernet access point dan
sebagainya. Contoh modul aplikasi beberapa peralatan yang kemungkinan dapat
menggunakan teknologi bluetooth dapat dilihat seperti Gambar
3 dibawah ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar mu introfeksi bagi ku...
kesan mu adalah hasil kerja ku...